Day 1 : Going to East Borneo

Tour dimulai Jumat, 19 Agustus 2016. But since we use flight from Jakarta early in the morning, we have to leave Bandung a day before. It’s because BeBorneo have this rule that we have to arrive before 12 pm, and if we come late, we have to paid extra charge 800K rupiahs. So to avoid delayed flight we use Garuda Indonesia, which is only available in Jakarta. The extra charge is understandable, considering that after we arrive in Berau, we have to use speed boat with other participants to Derawan Island, so if we come late we have to use another speed boat for our own.

Kalo diceritain, perjalanan menuju Kepulauan Derawan ini terasa panjaaaannnng banget. Kita berangkat dari rumah jam 22.15, rencana sih jam 23.00 tapi taksi udah keburu dateng, dan kasian klo drivernya nunggu, udah gitu kita juga udah bego di rumah mo ngapain. So off we go. Sampe di pool travel Primajasa sekitar jam 22.45, rencana naik travel jam 24.00, petugas travel bilang, yang jam 23.00 aja, daripada nunggu lama. AKhirnya pergi deh jam 23.00, padahal flight nya jam 5 subuh laughing After two and half hour road trip, sampe di Bandara Soetta, sepiiii banget. Mo coba tidur, ga bisa, ga nyaman dan teu pararuguh klo istilah bahasa Prancis mah. Akhirnya sekitar jam 4.30 pesawat udah bisa boarding. Pesawat pertama menuju Balikpapan, sampe disana sekitar jam 08.30. Lanjut pesawat menuju Berau selama 1 jam. Dan akhirnya sampai di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur!

Bandara di Kabupaten Berau ini namanya Kalimarau. Bandara Kalimarau ini terletak di Kecamatan Tanjung Redeb. Di Kabupaten Berau sendiri terdapat 13 kecamatan. Sepanjang perjalanan gue disana, semua tempat yang gue datengin masih termasuk Kabupaten Berau. Padahal road trip berjam-jam, tapi masih berada di satu kabupaten yang sama, luas amat nih Kabupaten. Karena penasaran, cari taulah gue, dan ternyata luasnya 34.127,47 km²!!! Omaigat. Still don’t get it? Okay, so listen, luas Kota Bandung hanya 167.7 km². Now, we’re talking right!

Baiklah, baru sampe Bandara Kalimarau sekitar jam 10 pagi nih ya. Persis setelah kita turun pesawat masuk bandara, Pak Burhan, driver kita tlp, bilang udah di parkiran. Asik, on time banget! First good impression dari pelayanan BeBorneo. Lalu Pak Burhan bilang klo kita harus jemput 2 orang lagi di Hotel Millenium, ga jauh dari bandara. Kita pake dua mobil, salah satunya tempat kita naro barang dan buat 2 orang who looks like a couple, and the other one is our car with Pak Burhan and 3 other participants. Funny story, saat mau jemput 2 orang di Hotel Millenium ini, Pak Burhan telepon salah satu dari mereka dan tell him we’re on our way, but the people who should be ready when we picked them up, ternyata “baru mau mandi” Dang it, jadi kita nungguin mereka di parkiran Hotel Millenium. Setelah mereka selesai, mulailah perjalanan darat selama 2,5 jam menuju pelabuhan Tanjung Redeb.

Perjalanan yang lumayan lama ini sebisa mungkin dimanfaaatin buat ganti tidur yang hilang selama di Bandara Soetta. Tapi apa daya, jalanan yang naik turun dan belokan tajam serta didukung Pak Burhan yang agak ugal2an nyetirnya, alhasil tidur 5 menit, bangun lagi bangun lagi. Selama road trip ini ada cerita menarik. Gue pikir gue bakal ngelewatin hutan yang cukup lebat, ternyata kiri kanan kulihat saja perkebunan sawit. It’s like everything people said about Kalimantan is now not what it is used to be tuh bener banget. Bahkan ada beberapa tempat yang masih tercium bau asap, you can see the photo below.

Heartbreaking view.
Heartbreaking view.

Pak Burhan bilang, minggu lalu ga bisa lewat situ, asapnya masih pekat. Dan harapan gue ketemu wildlife sepanjang road trip pun pupus sudah. Pak Burhan cerita lagi, kalo macem wildlife begitu udah ga ada, yang ada paling ular dan babi hutan. “Kalo babi hutan banyak, gak ngerti kenapa malah tambah banyak”, sambil ketawa2.

Selama road trip, kita kenalan sama 2 orang yg kita jemput di Hotel Millenium tadi. Namanya Randy dan Alfath. Mereka sodara sepupuan dari Sumatra. Randy dari Riau, Alfath dari Padang. And later we get to know the other participant who sat in the front seat beside Pak Burhan, Jeff Wong, travel agency owner from Sabah, Malaysia.

Pihak dari BeBorneo sudah menjelaskan di website bahwa disarankan tidak menggunakan koper, karena nantinya akan turun naik boat. Jadi liburan kali ini bener-bener backpackers-mode. Lengkap dengan sandal gunung, supaya gak licin dan nyaman dipakai.

Ready to go!
Ready to go!

To be continued..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *